Orang yang sakaratul maut mengalami puncak tertinggi godaan setan, tidak lain godaan setan tersebut untuk menggoyahkan seseorang agar murtad.

Bahkan saat di rumah sakit di saat seseorang yang menjalani perawatan dan tanda-tanda sakaratul maut akan datang, pihak rumah sakit memberikan kelonggaran bagi keluarga pasien untuk menemani anggota keluarganya yang sedang sakaratul maut.
Mungkin sebagai contoh pernahkah kalian menjumpai seseorang yang sedang sakaratul maut malah meraung-raung berteriak dan mengucap kalimat tidak pantas.
Baca Juga : Bosan Jadi Manusia, Wanita Cantik dan Seksi Ini Memilih Hidup Seperti Anjing
Orang yang sakaratul maut mengalami puncak tertinggi godaan setan, tidak lain godaan setan tersebut untuk menggoyahkan seseorang agar murtad.
Maka dari itu orang yang sedang sakaratul maut tidak boleh ditinggalkan, tuntunlah dengan mengucap kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah muhammadar rasulullah".
Atau dengan kalimat-kalimat tayyibah sehingga setan tidak dapat menggoda dan membisik-bisikan orang yang sedang sakararul maut.
Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali ‘Imron: 102)
Itulah pentingnya mengapa seseorang yang sedang sakaratul maut jangan sampai ditinggalkan sendiri, harus ada kerabat atau seseorang yang dapat menuntut untuk tidak tergoda dengan bujukan setan yang terkutuk.

Bahkan saat di rumah sakit di saat seseorang yang menjalani perawatan dan tanda-tanda sakaratul maut akan datang, pihak rumah sakit memberikan kelonggaran bagi keluarga pasien untuk menemani anggota keluarganya yang sedang sakaratul maut.
Mungkin sebagai contoh pernahkah kalian menjumpai seseorang yang sedang sakaratul maut malah meraung-raung berteriak dan mengucap kalimat tidak pantas.
Baca Juga : Bosan Jadi Manusia, Wanita Cantik dan Seksi Ini Memilih Hidup Seperti Anjing
Orang yang sakaratul maut mengalami puncak tertinggi godaan setan, tidak lain godaan setan tersebut untuk menggoyahkan seseorang agar murtad.
Maka dari itu orang yang sedang sakaratul maut tidak boleh ditinggalkan, tuntunlah dengan mengucap kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah muhammadar rasulullah".
Atau dengan kalimat-kalimat tayyibah sehingga setan tidak dapat menggoda dan membisik-bisikan orang yang sedang sakararul maut.
Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali ‘Imron: 102)
Itulah pentingnya mengapa seseorang yang sedang sakaratul maut jangan sampai ditinggalkan sendiri, harus ada kerabat atau seseorang yang dapat menuntut untuk tidak tergoda dengan bujukan setan yang terkutuk.